Buscar

Tampilkan postingan dengan label Cerita Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Hikmah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Agustus 2013

Kisah Dua Tukang Sol



Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.
“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.
“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”
“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.
“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.
“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”
Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,
“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”
Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,
“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”
“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.
“Abang yakin?”
“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.
“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.
“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.
Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.
“Apa kabar mang Udin?”
“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.
Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,
“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”
“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.
“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.
Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,
“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”
“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.
Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.
“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.
Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.
“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.
“Tidak.”
“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”
Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.
“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.
“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”
Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.
Bersambung ke : Cerita Motivasi Kisah Dua Tukang Sol Bag 2.

MURSYID


Dalam setiap aktivitas rintangan itu akan selalu ada. Hal ini dikarenakan Tuhan menciptakan syetan tidak lain hanya untuk menggoda dan menghalangi setiap aktivitas manusia. Tidak hanya terhadap aktivitas yang mengarah kepada kebaikan, bahkan terhadap aktivitas yang sudah jelas mengarah menuju kejahatan pun, syetan masih juga ingin lebih menyesatkan.
Pada dasarnya kita diciptakan oleh Tuhan hanya untuk beribadah dan mencari ridla dari-Nya. Karena itu kita harus berusaha untuk berjalan sesuai dengan kehendak atau syari’at yang telah ditentukan. Hanya saja keberadaan syetan yang selalu memusuhi kita, membuat pengertian dan pelaksanaan kita terkadang tidak sesuai dengan kebenaran.
Dengan demikian, kebutuhan kita untuk mencari seorang pembimbing merupakan hal yang essensial. Karena dengan bimbingan orang tersebut, kita harapkan akan bisa menetralisir setiap perbuatan yang mengarah kepada kesesatan sehingga bisa mengantar kita pada tujuan.
Thariqah
Thariqah adalah jalan. Maksudnya, salah satu jalan menuju ridla Allah atau salah satu jalan menuju wushul (sampai pada Tuhan). Dalam istilah lain orang sering juga menyebutnya dengan ilmu haqiqat. Jadi, thariqah merupakan sebuah aliran ajaran dalam pendekatan terhadap Tuhan. Rutinitas yang ditekankan dalam ajaran ini adalah memperbanyak dzikir terhadap Allah.
Dalam thariqat, kebanyakan orang yang terjun ke sana adalah orang-orang yang bisa dibilang sudah mencapai usia tua. Itu dikarenakan tuntutan atau pelajaran yang disampaikan adalah pengetahuan pokok atau inti yang berkaitan langsung dengan Tuhan dan aktifitas hati yang tidak banyak membutuhkan pengembangan analisa. Hal ini sesuai dengan keadaan seorang yang sudah berusia tua yang biasanya kurang ada respon dalam pengembangan analisa. Meskipun demikian, tidak berarti thariqah hanya boleh dijalankan oleh orang-orang tua saja.
Lewat thariqah ini orang berharap bisa selalu mendapat ridla dari Allah, atau bahkan bisa sampai derajat wushul. Meskipun sebenarnya thariqah bukanlah jalan satu-satunya.
Wushul
Wushul adalah derajat tertinggi atau tujuan utama dalam ber-thariqah. Untuk mencapai derajat wushul (sampai pada Tuhan), orang bisa mencoba lewat bermacam-macam jalan. Jadi, orang bisa sampai ke derajat tersebut tidak hanya lewat satu jalan. Hanya saja kebanyakan orang menganggap thariqah adalah satu-satunya jalan atau bahkan jalan pintas menuju wushul.
Seperti halnya thariqah, ibadah lain juga bisa mengantar sampai ke derajat wushul. Ada dua ibadah yang syetan sangat sungguh-sungguh dalam usaha menggagalkan atau menggoda, yaitu shalat dan dzikir. Hal ini dikarenakan shalat dan dzikir merupkan dua ibadah yang besar kemungkinannya bisa diharapkan akan membawa keselamatan atau bahkan mencapai derajat wushul. Sehingga didalam shalat dan dzikir orang akan merasakan kesulitan untuk dapat selalu mengingat Tuhan.
Dalam sebuah cerita, Imam Hanafi didatangi seorang yang sedang kehilangan barang. Oleh Imam Hanafi orang tersebut disuruh shalat sepanjang malam sehingga akan menemukan barangnya. Namun ketika baru setengah malam menjalankan shalat, syetan mengingatkan/mengembalikan barangnya yang hilang sambil membisikkan agar tidak melanjutkan shalatnya. Namun oleh Imam Hanafi orang tersebut tetap disuruh untuk melanjutkan shalatnya.
Seperti halnya shalat, dzikir adalah salah satu ibadah yang untuk mencapai hasil maksimal harus melewati jalur yang penuh godaan syetan. Dzikir dalam ilmu haqiqat atau thariqat, adalah mengingat atau menghadirkan Tuhan dalam hati. Sementara Tuhan adalah dzat yang tidak bisa diindera dan juga tiak ada yang menyerupai. Sehingga tidak boleh bagi kita untuk membayangkan keberadaan Tuhan dengan disamakan sesuatu. Maka dalam hal ini besar kemungkinan kita terpengaruh dan tergoda oleh syetan, mengingat kita adalah orang yang awam dalam bidang ini (ilmu haqiqat) dan masih jauh dari standar.
Karena itu, untuk selalu bisa berjalan sesuai ajaran agama, menjaga kebenaran maupun terhindar dari kesalahan pengertian, kita harus mempunyai seorang guru. Karena tanpa seorang guru, syetanlah yang akan membimbing kita. Yang paling dikhawatirkan adalah kesalahan yang berdampak pada aqidah.
Mursyid
Mursyid adalah seorang guru pembimbing dalam ilmu haqiqat atau ilmu thariqat. Mengingat pembahasan dalam ilmu haqiqat atau ilmu thariqat adalah tentang Tuhan yang merupakan dzat yang tidak bisa diindera, dan rutinitas thariqah adalah dzikir yang sangat dibenci syetan. Maka untuk menjaga kebenaran, kita perlu bimbingan seorang mursyid untuk mengarahkannya. Sebab penerapan Asma’ Allah atau pelaksanaan dzikir yang tidak sesuai bisa membahayakan secara ruhani maupun mental, baik terhadap pribadi yang bersangkutan maupun terhadap masyarakat sekitar. Bahkan bisa dikhawatirkan salah dalam beraqidah.
Seorang mursyid inilah yang akan membimbing kita untuk mengarahkannya pada bentuk pelaksanaan yang benar. Hanya saja bentuk ajaran dari masing-masing mursyid yang disampaikan pada kita berbeda-beda, tergantung aliran thariqah-nya. Namun pada dasarnya pelajaran dan tujuan yang diajarkannya adalah sama, yaitu al-wushul ila-Allah.
Melihat begitu pentingnya peranan mursyid, maka tidak diragukan lagi tinggi derajat maupun kemampuan dan pengetahuan yang telah dicapai oleh mursyid tersebut. Karena ketika seorang mursyid memberi jalan keluar kepada muridnya dalam menghadapi kemungkinan godaan syetan, berarti beliau telah lolos dari perangkap syetan. Dan ketika beliau membina muridnya untuk mencapai derajat wushul, berarti beliau telah mencapai derajat tersebut. Paling tidak, seorang mursyid adalah orang yang tidak diragukan lagi kemampuan maupuan pengetahuannya.

Sukur mengubah hidup anda

Syukur, suatu kata yang sangat berbobot dan memberikan makna yang tidak terhingga. Allah telah menjamin dalam Al Quran, barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut. Sudahkan Anda bersyukur? Sudahkah Anda merasakan tambahan nikmat atas syukur Anda? Apakah Anda ingin mendapatkan nikmat yang lebih besar lagi? Lupakan mengeluh, mulailah perbanyak syukur.
Ada dua manfaat besar dari bersyukur. Kedua manfaat ini akan mengubah hidup kita jika kita mendapatkannya.
  1. Pahala dari Allah. Jelas, bersyukur adalah perintah Allah, kita akan mendapatkan pahala jika kita bersyukur dengan ikhlas.
  2. Menciptakan Feeling Good. Dengan bersyukur akan membuat kita lebih bahagia. Perasaan kita menjadi lebih enak dan nyaman dengan bersyukur. Bagaimana tidak, pikiran kita akan fokus pada berbagai kebaikan yang kita terima.
Lalu apa manfaat Feeling Good?
  • Jika Anda yang percaya dengan Hukum Daya Tarik (law of attraction), feeling good akan meningkatkan kekuatan Anda menarik apa yang Anda inginkan. Kekuatan hukum ini akan sebanding dengan keyakinan dan perasaan positif. Sementara semakin banyak kita bersyukur, akan semakin banyak perasaan positif pada diri kita.
  • motivasi akan muncul dari kondisi emosi yang positif (dibahas lebih lanjut pada ebook saya motivasi Diri). Sementara bersyukur akan menciptakan emosi yang positif karena kita fokus apda hal-hal yang positif. Semakin banyak Anda bersyukur akan semakin besar motivasi yang Anda miliki.
  • Bersyukur akan membentuk pola pikir sukses. Pola pikir sukses adalah keyakinan dalam mendapatkan. Saat kita bersyukur, maka pikiran kita secara tidak sadar diberikan suatu “pola” mendapatkan, sehingga akan terbentuk pola sukses.
Dengan melihat ketiga manfaat dari feeling good, kita bisa menyimpulkan bahwa feeling good adalah mungkin menjadi salah satu cara Allah memberikan nikmat tambahan kepada kita. Jika orang baru ribut dengan manfaat syukur pada kahir-akhir ini, Al Quran sudah 14 abad yang lalu. Sungguh suatu nikmat Allah yang diberikan kepada kita, sayang jika kita mengabaikannya.
Cara Meningkatkan Syukur
Saya yakin, Anda yang mau membaca artikel ini adalah orang-orang yang pandai bersyukur. Namun bukan berarti kita tidak perlu meningkatkan. Setinggi apa pun Anda menjadi hamba yang bersyukur, Anda masih tetap perlu meningkatkan syukur Anda. Jika Anda baru bersyukur saat menambatkan nikmat berupa materi, ini adalah baru tahap awal menjadi hamba yang pandai bersyukur.
  • Untuk meningkatkan rasa bersyukur, kita harus lebih jeli dan peka terhadap berbagai nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Kurangnya kepekaan terhadap nikmat Allah akan mengurangi syukur kita, sebab kita merasa tidak ada yang perlu disyukuri lagi. Meningkatkan kepekaan bisa dilakukan dengan melakukan perenungan terhadap apa yang terjadi pada hidup kita sehari-hari. Luangkan waktu Anda setiap hari untuk merenungkan nikmat setiap harinya.
  • Setiap saat, kita mendapatkan nikmat baru. Satu detik waktu berlalu berarti kita mendapatkan nikmat hidup selama satu detik. Nafas kita, penglihatan kita, penciuman kita, detak jantung kita dan sebagainya yang tidak mungkin disebutkan disini.
  • Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, baik kejadian pad diri sendiri maupun orang lain. Sementara setiap saat selalu ada kejadian, berarti selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Sementara hikmah adalah suatu nikmat. Syukurilah.

Hikmah Di Balik Celaan



Di dalam Kasyf Al-Mahjub sebuah kitab Tasawuf klasik karya Abul Hasan Ali bin Ali Al-Ghaznawi Al-Jullubi Al-Hujwiri atau dikenal dengan Al-Hujwiri, diceritakan bahwa suatu hari Syaikh Abu Thahir Harami terlihat di pasar, menunggang seekor keledai dan diikuti oleh salah seorang seorang muridnya. Seseorang berteriak, “Ini dia si tua penganut aliran berfikir bebas!”. Sang murid yang merasa jengkel dengan ejekan terhadap Gurunya kemudian menyerang orang yang berteriak itu, berusaha memukulnya, dan seisi pasar menjadi gaduh.
Syaikh itu berkata kepada muridnya: “Jika engkau mau diam, aku akan tunjukkan kepadamu sesuatu yang akan menyelamatkan engkau dari keresahan semacam ini.” Ketika mereka pulang, dia memerintahkan muridnya membawa sebuah kotak yang berisi surat-surat, dan menyuruh sang murid melihat surat-surat itu.
“Perhatikan,” katanya, “Bagaimana penulis-penulis surat ini berkata kepadaku. Ada yang memanggilku “Syaikh Islam”, ada yang menyebut “Syaikh Yang Suci”, “Syaikh Zuhud”, “Syaikh Dua Tempat Suci”, dan seterusnya. Semua itu adalah gelar, tidak ada yang menyebut namaku. Aku sama sekali bukan nama-nama itu, tetapi setiap orang memberiku gelar menurut kepercayaannya mengenai diriku. Jika orang yang tak mengerti itu baru saja melakukan hal yang sama, mengapa engkau mesti bertengkar dengannya?”.
Kisah ini mengajarkan kepada kita akan ketinggian budi pekerti seorang ulama, diberikan gelar yang baik berupa pujian atau diberikan sebuah celaan atau hinaan tidak mempengaruhi hatinya. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita pernah mengalami, ketika melakukan sesuatu yang menurut kita yakini benar akan tetapi orang lain malah menyalahkan. Terkadang ketika anda mulai menapaki jalan kebenaran, tanpa sebab tiba-tiba ada saja orang yang memusuhi dan menyalahkan anda.
Rasulullah SAW yang memiliki akhlak mulia, dikenal sebagai orang paling jujur di kaumnya ketika menyampaikan kebenaran kepada kaumnya, maka orang-orang yang tadinya menghormati Beliau kemudian mencela dan menghina Beliau. Orang menuduh Beliau sebagai “Orang yang suka mengada-ada”, yang lain menyebut, “Dia seorang penyair” bahkan ada yang menyebut beliau sebagai pendusta dan lain sebagainya. Allah berfirman, yang melukiskan orang-orang beriman yang sejati, “Mereka tidak takut celaan seseorang; itulah rahmat Tuhan yang Dia anugerahkan kepada siapapun yang Dia kehendaki; Tuhan adalah Maha Pemurah dan Bijaksana”. (QS 5:59).
Guru Sufi mengatakan, “Memegang kebenaran itu ibarat memegang bara api, kalau di pegang tangan terbakar kalau di lepas maka bara itu terlepas”. Beliau melanjutkan, “Kalau Aku akan tetap memegang dengan erat sampai bara itu padam di dalam genggaman”.
Mudah-mudah tulisan ini bermanfaat dan saya mengucapkan selamat berbuka puasa bagi para sahabat semua, salam!.

Cerita Hikmah: Seekor Gajah dan Katak


gajahDiceritakan di sebuah hutan ada seekor kuda bertemu seekor gajah, sang kuda langsung menyapa.
Kuda: “Halo badak, selamat pagi.”
Gajah: “Lho, saya bukan badak, saya gajah!”
Kuda: “Lapi banyak binatang di hutan ini menganggap kamu badak”
Gajah: “Saya gajah, bukan badak. Dari dulu gajah sampai sekarang”
Kemudian ada seekor kelinci lewat, juga menyapa sang gajah
Kelinci: “Halo badak, sedang apa kamu?”
Gajah: “Hey … saya bukan badak, saya gajah!
Kuda: “Sudahlah tidak usah membela diri, banyak binatang mengatakan kamu itu badak.”
Gajah: “Bukan membela diri, karena saya memang gajah … ”
Kuda: “Ah…. akui saja kalau kamu badak … tidak usah membabi buta membela diri.”
Gajah: “Terserah semua binatang menganggap saya badak, sebenarnya saya ada gajah dan tetap seekor gajah sampai kapan pun. Bagaimana saya mengakui saya seekor badak, padahal bukan badak. Kadang aneh tuntutan para binatang itu.”

Hikmah

Kadang, dalam kehidupan sehari-hari ada kata-kata yang melemahkan kita. Kita dianggap tidak mampu. Namun yakinlah bahwa itu bukan sejatinya. Itu baru anggapan orang. Sejatinya Anda adalah mahluq mulia yang dianugrahi potensi luar biasa dahsyat. Jangan pedulikan dengan perkataan orang yang menganggap Anda tidak mampu.

Ah Kamu Tidak Bisa Berubah!

Dua kata: “Lawan dan buktikan!”
Lawan saat seseorang mengatakan Anda tidak bisa berubah. Selama masih ada umur, artinya masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik. Ingat, itu hanya anggapan orang untuk melemahkan Anda. Semua orang bisa berubah, jika dia mau berubah. Jika tidak bisa, kuncinya tetap kemauan. Meski pun Anda tidak bisa berubah, jika ada kemauan Anda akan belajar untuk berubah.
Buktikan kalau Anda bisa berubah. Jadikan sebagai cambuk positif untuk berubah ke arah yang lebih baik. Tidak ada kata terlambat selama hayat di kandung badan. Mulailah berubah saat ini juga.
Perubahan itu instant seperti Anda membelokan stir mobil Anda. Namun perlu proses dan tahapan untuk mencapai tujuan baru Anda. Silahkan baca: Berubah Itu Langkah Demi Langkah
Dari mana mulai berubah? Silahkan baca: Cara Berubah Itu Mulai Dari Diri Sendiri

Kamu Tidak Akan Bisa!

Kuncinya adalah itu adalah anggapan orang lain. Apakah Anda bisa atau tidak bisa? Andalah yang menentukan. Jika ANDA berpikir tidak bisa, maka Anda tidak akan pernah bisa. Jika ANDA berpikir bisa, insya Allah Anda akan bisa. Jadi, kuncinya bukan pada apa yang dikatakan oleh orang lain, namun ANDA lah kuncinya.
Anggapan tidak selamanya benar, bahkan sangat besar kemungkinan salah. Lagi pula itu adalah anggapan orang lain. Sebab keyakinan Anda sendirilah yang menentukan, tidak peduli bagaimana anggapan dari orang lain. Jangan biarkan, anggapan orang lain menghancurkan diri Anda.
Silahkan baca juga dengan artikel

Jangan Biarkan Orang Lain Merendahkanmu

Maksud saya, bukan berarti langsung memarahi atau memukul orang yang merendahkan Anda. Bukan itu! Namun jangan biarkan diri Anda mengikuti apa yang mereka katakan. Meski pun mereka merendahkan Anda, JANGAN pernah merasa rendah.  Allah saja tidak merendahkan manusia, kita sangat dimuliakan oleh Allah, kita diberikan potensi dahsyat oleh Allah, lalu mengapa harus mendengar ucapan manusia yang merendahkan Anda?
Mungkin Anda pernah gagal dalam karir, bisnis, pendidikan, atau rumah tangga. Itu adalah kegagalan, namun tidak mencerminkan diri Anda seutuhnya. Anda bukan orang gagal, hanya pernah gagal. Semua orang juga pernah gagal. Anda masih bisa berhasil jika mau mengambil hikmah dan mencoba lagi. Kegagalan akan terus bersama Anda jika Anda merasa menjadi orang gagal dan menyerah.
Mungkin Anda pernah melakukan kesalahan. Semua orang juga. Anda bukanlah orang salah, hanya pernah melakukan kesalahan. Jika kesalahan itu sebuah dosa, maka bertobalah. Kemudian tekadkan diri Anda menjadi lebih baik lagi.
Anda tahu bedanya Petinju dan Peninju? Silahkan baca artikel tersebut. Maknanya dalam.
Fakta Anda melakukan kegagalan dan kesalahan. Namun saat orang menganggap Anda rendah, itu hanya asumsi atau opini yang belum tentu benar. Anda harus memahami apa bedanya fakta dan asumsi. Ada artikel menarik tentang fakta dan asumsi, silahkan baca:  Fakta Atau Asumsi?

Penutup

Sebagai penutup, saya kutipkan sebuah cerita lagi tentang seekor katak yang tuli.
Pada suatu hari ada sekumpulan katak-katak kecil, yang berlomba-lomba.
Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.
Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberikan semangat kepada para peserta…
Perlombaan pun dimulai…Secara jujur:
Tak satupun penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan bisa berhasil mencapai puncak menara.
Terdengar ada yang berkata:
“Oh, jalannya terlalu susahhhhh!! Mereka TIDAK AKAN BISA sampai ke puncak.”
atau:
“Tidak ada kesempatan untuk berhasil…Menaranya terlalu tinggi…!! Katak-Katak kecil mulai berjatuhan satu persatu. Kecuali mereka yang tetap bersemangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi…dan semakin tinggi..
Penonton terus bersorak
“Terlalu susah..!!! Tak seekor pun yang akan berhasi..l!!!”
Lebih banyak lagi katak kecil yang lelah dan menyerah…
Tapi ada SATU yang tetap melangkah hingga semakin tinggi dan tinggi…
Dia tak kenal menyerah kalah!
Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali seekor katak kecil yang begitu berusaha keras dan menjadi satu-satunya yang BERHASIL sampai KE PUNCAK!
SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?
Seekor peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil itu mempunyai kekuatan untuk mencapai tujuan? Ternyata… Katak yang menjadi pemenang itu TULI.
Nasihat dari cerita ini adalah:
Jangan sekali kali mendengar kata orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis…
karena mereka akan mengambil sebahagian besar mimpi kita dan menjauhkannya dari kita.
Selalu ingat kata-kata bertuah yang ada.
Karena segala sesuatu yang kita dengar dan kita baca akan mempengaruhi perilaku kita! Karena itu:
Selalu tetap….POSITIVE! Dan yang terpenting:
Bersikap TULI jika ada orang mengatakan bahwa KITA tidak bisa mencapai cita-cita kita!
Selalu berpikir.. I CAN DO THIS…!!!

Minggu, 04 Agustus 2013

IBU BAPA....akan ku balas jasa kalian


IBU BAPA....akan ku balas jasa kalian


http://pbs.twimg.com/media/BA0BV6QCYAA8bHJ.jpg:large
10 May adalah Hari Ibu yang disambut di Malaysia. Walaupun Islam hanya ada Hari Raya Aidil Fitri dan Aidil Adha sahaja yang disambut oleh orang Islam di seluruh dunia, tidak ada hari-hari kebesaran yang lain, namun jika sekiranya perlu mengadakan sambutan hari ibu untuk memberi kesedaran kepada anak-anak yang mungkin makin hari makin melupakan hak-hak seorang ibu yang perlu ditunaikan, maka baik juga kita mengambil kesempatan ini untuk memberi peringatan kepada yang lalai khususnya kepada anak-anak yang melupakan jasa dan pengorbanan ibubapa mereka.

Di antara perkara yang paling penting ialah kita perlu mengetahui apakah hak-hak dua ibubapa? Supaya kita tidak melanggar hak-hak tersebut yang boleh menyebabkan kita boleh dicap sebagai anak derhaka.

Di antara pesan nabi s.a.w supaya anak-anak melakukan kebaikan kepada dua ibubapa ialah;

1- Reda Allah terletak kepada keradaan ibubapa

Sabda nabi s.a.w
“ Reda Allah terletak reda kedua ibubapa dan kemurkaan Allah terletak kepada kemurkaan kedua ibubapa”.

2- Berbuat baik kepada ibubapa mendahului berjihad di jalan Allah s.w.t

Seorang lelaki bertemu dengan nabi s.a.w lalu bertanya, “Bolehkah saya berjihad? Nabi bertanya; “adakah kamu ada ibubapa? Jawab lelaki tersebut; “ya, ada. Maka nabi bersabda berjihadlah kamu dengan menjaga keduanya”. (Riwayat Bukhari)

Ibu diberi sedikit kelebihan oleh Islam untuk lebih diberi perhatian oleh anak-anak.

Imam Bukhari melaporkan dari Abu Hurairah r.a berkata;

“Datang seorang lelaki bertanya Rasulullah s.a.w; “Ya Rasulallah! siapakah yang lebih berhak untuk aku melakukan kebaikan kepadanya? Jawab nabi s.a.w, “ibumu, dia bertanya lagi, “siapa pula selepas itu? Jawab nabi ibumu, bertanya lagi, “siapa pula selepas itu? Jawab nabi ibumu, bertanya lagi, “siapa pula selepas itu? Jawab nabi bapamu.

Ibnu Kathir melaporkan dalam tafsirnya dari Sulaiman Bin Buraidah dari bapanya;

“Seorang lelaki melakukan Tawaf sambil mendukung ibunya, lalu dia bertanya kepada nabi adakah dia telah menunaikan hak ibunya? jawab nabi, “ tidak, tidak walaupun satu kesakitan yang pernah ditanggung oleh ibumu sewaktu mengandungkanmu”.

Sebab Islam melebihkan ibu daripada bapa ialah

1) Ibu mengandung, melahirkan, menyusukan, mengurus keperluan anak dan mendidik anak lebih daripada bapa.

2) Ibu sebagai wanita, diberi perasaan lebih mengasihi dan menyintai anak lebih daripada bapa, sebab itu anak-anak lebih manja dengan ibu berbanding bapa mereka.

Sempena dengan hari ibu ini, di sini saya perturunkan beberapa adab yang perlu diajar kepada anak-anak dan dilakukan oleh mereka untuk menunaikan hak kepada ibu bapa mereka.

1- Taat dan patuh kepada setiap arahan ibubapa kecuali perkara maksiat.

2- Bercakap dengan ibubapa secara lembut dan sopan.

3- Bangun menghormati ibubapa apabila mereka masuk ke rumah.

4- Mencium tangan ibubapa pagi dan petang dan hari-hari tertentu.

5- Menjaga maruah dan harta ibubapa.

6- Memuliakan dan memberi apa yang diminta oleh ibubapa.

7- Bermesyuarat dalam segala urusan dengan ibubapa.

8- Memperbanyakkan doa dan istighfar untuk ibubapa.

9- Membantu ibubapa tanpa disuruh.

10- Tidak mengangkat suara yang tinggi di hadapan mereka.

11- Tidak menyampuk ketika mereka sedang bercakap.

12- Tidak keluar dari rumah jika tidak diizinkan.

13- Tidak mengganggu ibubapa yang sedang tidur.

14- Tidak melebihkan isteri dan anak-anak daripada ibubapa.

15- Tidak menghina ibubapa jika mereka melakukan perkara yang kita tidak suka.

16- Tidak ketawa di hadapan mereka jika tidak ada perkara yang perlu.

17- Tidak mengambil makanan yang ada di hadapan ibubapa kecuali dengan izin.

18- Tidak tidur di hadapan ibubapa sewaktu mereka sedang duduk kecuali dengan izin.

19- Tidak melunjurkan kaki di hadapan ibubapa.

20- Tidak boleh masuk dahulu dan berjalan di hadapan mereka.

21- Segera menjawab apabila dipanggil oleh ibubapa.

22- Menghormati kawan-kawan ibubapa waktu mereka masih hidup atau selepas kematian mereka.

23- Tidak memanggil ibubapa dengan nama mereka.

24- Tidak memanjat atau menaiki tempat yang melintasi kepala mereka.

25- Sering berdoa kepada ibubapa lebih-lebih lagi selepas kematian mereka.

Mudah-mudahan adab-adab ini dapat diberi perhatian oleh ibubapa untuk disampaikan kepada anak-anak, begitu juga anak-anak, harap dapat menjaga adab-adab ini supaya kita tidak digelar sebagai anak yang derhaka.Insyaallah jika pendidikan yang berterusan diberikan kepada anak-anak, kita tidak perlu lagi kepada hari ibu, kerana setiap hari perlu kita melakukan kebaikan kepada ibubapa dan insyaallah tidak ada lagi anak-anak yang akan menghantar ibubapa mereka ke rumah kebajikan masyarakat.

"Hiduplah untuk memberi sebanyak- banyaknya bukan dengan menerima sebanyak- banyaknya."

"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain...*_*






welcome in my blog!!!